TULISAN PERTEMUAN KEDUA


A.    Perkembangbiakan Seksual dan Aseksual

1.      Pengerti Perkembangbiakan Seksual dan Aseksual Beserta Contohnya

a.      Seksual

Terjadi melalui proses peleburan dua sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina, disebut pula perkembangbiakan generatif.

1)      Tumbuhan

Reproduksi generatif terjadi pada tumbuhan tingkat tinggi seperti Gymnospermae dan Angiospermae. Gymnospermae memiliki organ reproduksi berupa strobilus, begitu pula Angiospermae dengan organ reproduksi bunga, terbagi menjadi tumbuhan monokotil dan dikotil.

a)      Gymnospermae

Tumbuhan biji terbuka memiliki organ strobilus betina yang lebih besar dibanding jantan. Organ betina tersusun dari daun buah dengan nama makrosporofil, sementara jantan oleh mikrosporofil. Pada makrosporofil terdapat mikrofil. Integument, dan arkegonium. Disana, terdapat sejumlah sel telur. Sementara pada mikrosporofil terdapat serbuk sari. Kemudian, dengan perantara angin, serbuk sari akan memasuki ruang tetes serbuk melalui mikrofil. Peristiwa tersebut dinamakan ‘penyerbukan’. Serbuk sari kemudian masuk ke arkegonium, berubah menjadi buluh sari.

Hanya terjadi satu kali pembuahan, antar spermatozoid dengan sel telur. Contoh tanaman adalah buah duku (Lansium domesticum) dan mangga (Mangifera indica).

b)      Angiospermae

Pemilik putik dianggap sebagai bunga betina, sementara benang sari dianggap jantan. Penyerbukan terjadi apabila serbuk sari menempel di atas kepala putik. Setelah itu pecah, mengalami perkecambahan menjadi buluh sari.

2)      Bakteri

Pada bakteri tidak terjadi reproduksi seksual, namun terjadi pemindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lain tanpa menghasilkan zigot (para seksual).

a)      Transformasi

Pemindahan sedikit materi genetik atau sebatas ADN, bahkan hanya satu gen saja yang berpindah ke bakteri lain dengan proses fisiologi yang kompleks. Contoh; Streptococcus pnemoniaeu, Haemophillus, Bacillus, dan Neisseria.

b)      Transduksi

Pemindahan materi genetic dengan perantara virus bakteri (bacteriophage).

c)      Konjugasi

Pemindahan materi genetic dari satu sel ke sel lain melalui saluran konjugasi yang dibentuk oleh kedua bakteri tersebut.

3)      Fungi

Secara generatif, perkembangbiakan fungi dapat melalui pembentukkan spora secara seksual dan konjungasi dua hifa yang berbeda jenisnya. Seperti contohnya Ascomycotina, jenis jamur yang dapat berguna sebagai pembantu dalam pembuatan kecap dan alkohol ini berkembang biak secara seksual dengan membentuk spora di dalam alat bernama askus, yaitu ujung hifa yang mengalami perubahan inti. Spora akan menjadi askospora. Satu askus terdapat sekitar delapan askospora, atau empat. Berkumpul menjadi askoskarp.

4)      Alga

a)      Pembelahan sel (Chlorococcus)

b)      Fragmentasi

Pemisahan sebagian benang bagian alga yang berbetuk filamen (Oscillatoria).

c)      Heterokist (Nostoc, Anabena)

d)      Spora

Pada lingkungan yang kurang baik, akan menjadi arthrospora (Chamaesiphon).

Terjadi konjugasi pada gamet menghasilkan zigot. Jika gamet-gamet tersebut morfologinya serupa, dinamakan isogami.  Namun jika berbeda, disebut heterogami. Pada jenis alga tingkat tinggi, sel-sel seksual menjadi lebih mudah dilihat perbedaannya antara yang jantan dengan betina. Ovum berukuran besar dan nonmotil, sedangkan sperma berukuran kecil dan motil aktif, proses ini dinamakan oogami. Jika gamet jantan dan betina terdapat pada individu yang sama, maka spesies itu disebut biseksual. Jika gamet jantan dan betina dibentuk oleh individu yang berlainan maka individu tersebut dinamakan uniseksual.

5)      Protista

Reproduksi seksual terjadi pada berbagai kelompok protozoa.  Konjugasi merupakan salah satu reproduksi seksual dengan cara penyatuan fisik antara dua individu sementara dengan bersamaan terjadi

pertukaran bahan nukleus. Hanya dijumpai pada Ciliata. Beberapa protozoa lain memiliki daur reproduksi yang rumit, sebagian berlangsung pada inang vertebrata. Sebagian pada inang-inang yang lain, contoh, kebanyakan dari jenis Trypanosoma menghabiskan  sebagian besar daur hidupnya dalam peredaran darah inang vertebrata dan sisanya dalam avertebrata pengisap darah, misal serangga.

6)      Hewan

Melibatkan peleburan ovum dan sperma. Kombinasi genetik pada reproduksi seksual meningkatkan variasi genetik pada tingkat spesies keturunan. Anak dan induk tidak akan sama persis, berkenaan dengan hukum hereditas. Terbagi menjadi fertilisasi internal (dalam tubuh) dan ekstern (luar tubuh). Pada internal, hewan akan dilengkapi dengan alat kopulasi. Sementara yang di luar (katak, ikan salmon), jantan akan merangsang betina untuk mengeluarkan ovum dari organ dalam tubuh kemudian jantan akan melepaskan sel spermanya pada ovum. Diperlukan media perantara dalam reproduksi eksternal.

Terdapat beberapa jenis reproduksi internal, yaitu ovipar (ayam, burung gereja), ovovivipar (ular, kadal), vivipar (kucing, orang utan).

7)      Manusia

Reproduksi pada manusia hanya terjadi secara seksual, yakni peleburan antara sel telur dan sperma (fertilisasi). Fertilisasi pada manusia berlangsung di dalam tubuh. Maka dari itu didukung dengan alat kelamin luar sebagai alat kopulasi. Sel sperma dibuat pada bagian alat kelamin dalam yaitu testis, dimatangkan di epididimis. Kemudian dibawa ke saluran vas diferens.

Sementara alat kelamin luar perempuan terbagi menjadi beberapa bagian yaitu labia mayora, mons venerus, labia minora, clitoris, himen, dan vagina. Dimana alat kelamin dalam ada ovarium, oviduk, uterus dengan tiga lapisan yaitu perimetrium, miometrium, dan endometrium. Sperma memiliki akrosom (semacam kepala) didalamnya terdapat enzim hioluronidase yang bertugas meluruhkan dinding sel ovum, sehingga ovum dapat dibuahi.

b.      Aseksual

Perkembangbiakan tanpa melibatkan alat reproduksi. Tidak terjadi proses fertilisasi atau pertemuan gamet jantan dan gamet betina.

1)      Tumbuhan

a)      Alami

§  Stolon

Batang menjalar di atas permukaan tanah. Memanfaatkan nodus dan internodus, dari bagian internodus akan keluar tunas baru (eceng gondok, stroberi).

§  Umbi batang (Tuber)

Menanam bagian umbi pada tanah (ubi jalar)

§  Rimpang (Rhizome)

Batang menjalar di bawah tanah kemudian keluar dari permukaan tanah seakan terlihat seperti tanaman baru (rumput teki)

§  Umbi lapis

Modifikasi dari daun dan tersusun secara berlapis. Diantara lapisan tumbuh tunas baru sebagai calon individu (bawang merah).

§  Tunas adventif

Tunas muncul di ketiak daun atau bagian buku tanaman yang sudah dewasa (kesemek, cemara).

b)      Buatan

Vegetatif buatan terjadi dengan bantuan manusia. Dimaksudkan dalam waktu singkat dan memiliki kualitas baik, sesuai yang diinginkan.

§  Menyetek

Batang atau cabang pada daerah buku dicabut kemudian ditanam.

§  Cangkok

Membuang sebagian kulit beserta cambium pada cabang batang kemudian ditutup.

§  Menyambung (Senten)

Menyambungkan dua jenis tumbuhan berbeda, diikat dengan erat pada bagian cabang atau ranting yang berdiameter sesuai dan kualitas bagus.

§  Menempel (Okulasi)

Menempelkan mata tunas pada tumbuhan lain.

§  Runduk

Merundukkan cabang atau batang ke dalam tanah.

2)      Bakteri

a)      Pembelahan Biner (Binary fission)

Pembelahan satu induk menjadi dua sel, lalu masing-masing sel anak kembali membelah. Terbagi menjadi tiga fase, normalnya dapat membelah 20 menit sekali. Kecepatan ditentukan dengan waktu generasi (waktu yang dibutuhkan sel untuk membelah), spesies, dan kondisi pertumbuhan (E. Coli, Treponema pallidum).

b)      Multiple fission

Pembelahan menjadi beberapa sel anak sekaligus (Paramecium sp.).

c)      Perkuncupan (Budding)

3)      Virus

Hanya terdapat siklus litik dan lisogenik. Hanya dapat berkembang biak pada sel hidup atau inang. Selang waktu infeksi sekitar 20 hingga 90 menit setelah infeksi kemudian menjadi virus. Khusus pada siklus litik, inang akan dihancurkan oleh virus setelah usai bereproduksi. Daur litik terdiri dari adsorpsi (virus menempel pada inang), penetrasi (injeksi ADN pada tubuh bakteri), sintesis, terbentuk virus baru, dan lisis.

Sementara pada daur lisogenik setelah penetrasi, ADN virus akan bergabung dengan ADN bakteri membentuk prophage. Saat bakteri membelah, profage akan ikut membelah hingga terbentuk bakteri-bakteri baru anakan yang mengandung profage.

B.     Geografi Kehidupan

1.      Menjelaskan Mengenai Penyebaran Makhluk Hidup

Biosfer adalah bagian luar dari planet bumi, termasuk udara sekitar, daratan, dan air di bumi. Dimana ada kehidupan, dan segala proses biotik terjadi. Biosfer adalah sistem ekologikal global yang menyatukan seluruh makhluk hidup beserta hubungannya satu sama lain. Termasuk hubungannya dengan unsur litosfer bumi, hidrosfer, maupun segala aspek abiotik lainnya. Makhluk hidup di bumi dapat bertahan hidup dengan menggantungkan segalanya pada bumi, sehingga bukan tidak mungkin adanya perbedaan flora maupun fauna di tiap daerah bahkan benua.

Faktor Pengaruh Penyebaran Makhluk Hidup

Faktor yang memengaruhi terjadinya perbedaan penyebaran makhluk hidup di muka bumi sebagai berikut.

a.      Grasial-Intergrasial

Zaman es, terjadi karena suhu lebih tepatnya iklim bumi menurun dalam jangka waktu yang sangat lama, menyebabkan peningkatan kadar es di bumi, maupun keluasan dataran yang terselimuti es. Salah satu penyebab terjadinya zaman es karena proses pendinginan aerosol. Letusan gunung Krakatau juga menjadi satu diantara sekian contoh pendinginan dalam skala kecil. Zaman ini terakhir terjadi sekitar 20,000 tahun lalu, berakhir sekitar 10,000 tahun lalu yaitu awal masa Holocene.

Pada saat terjadi zaman es, pemukaan air laut jauh lebih rendah daripada masa kini dikarenakan banyak air membeku di daerah kutub. Kala itu Laut China Selatan dalam keadaan kering, sehingga kepulauan Nusantara barat tergabung dengan daratan Asia Tenggara. Pulau Papua juga tergabung dengan benua Australia. Setelah peristiwa pelelehan es tersebut, gelombang migrasi manusia ke Nusantara mulai terjadi. Lalu saat es mencair dan daratan saling berpencar, berkenaan dengan peristiwa lainnya, hewan-hewan saling berpencar mencari tempat tinggal.

b.      Iklim

Termasuk ke dalam suhu, kelembapan udara, angin, dan curah hujan.

c.       Edafik (Tanah)

Sebagai media tumbuh dan berkembangnya tanaman, tingkat kesuburan tanah berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup terutama tumbuhan. Faktor fisik dan kimiawi tanah yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman seperti tekstur, struktur, keasaman tanah. Keadaan struktur tanah juga berpengaruh terhadap sirkulasi udara di dalam tanah sehingga memungkinkan akar tanaman dapat bernafas dengan baik. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Komposisi tanah umumnya terdiri dari bahan mineral anorganik (70%-90%), bahan organik (1%-15%), udara, dan air (0-9%).

d.      Faktor Biotik

Mencakup segala makhluk hidup yaitu flora, fauna, dan manusia.

Ada dua jenis tahapan penyebaran makhluk hidup di muka bumi ini, yaitu penyebaran makro dan penyebaran mikro.

Penyebaran makro (macro distribution) yaitu suatu penyebaran makhluk hidup dengan cara menyebar pada areal yang luas atau disebut juga penyebaran secara geografis, sehingga area perluasannya bisa dipetakan. Ada dua hal yang menyangkut penyebaran secara geografis. Pertama, suatu spesies tumbuh-tumbuhan di suatu kawasan erat hubungannya dengan persyaratan hidup yang disediakan kawasan setempat bagi tumbuh-tumbuhan yang bersangkutan. Kedua, tidak ada spesies tumbuhan yang dapat menyebar secara terusmenerus dan berkesinambungan, karena dalam kenyataannya sering terjadi alam mengondisikan suatu jenis tumbuhan itu musnah digantikan oleh spesies lain.

Penyebaran mikro (micro distribution) yaitu suatu penyebaran makhluk hidup dengan cara menyebar pada lingkungan (ekosistem) tertentu. Cara ini disebut juga penyebaran ekologis. Selain tahap penyebaran, ada beberapa faktor yang mempengaruhi lajunya gerak suatu persebaran makhluk hidup. Pada kenyataannya, dari setiap jenis makhluk hidup itu akan mengalami percepatan persebaran yang berbeda, sesuai dengan situasi dan kondisi geografis yang mendukungnya.

2.      Menjelaskan Pembagian Wilayah berdasarkan Iklim

Terdapat perbedaan iklim pada beberapa tempat di bumi, yang menyebabkan keadaan wilayah yang berbeda-beda pula, berikut bersamaan dengan seisi makhluk hidupnya.

1)      Daerah tropis

Daerah ini memiliki ciri beriklim panas, matahari bersinar sepanjang tahun, perubahan suhu antara bulan Januari hingga Desember hampir tidak ada perbedaannya, namun curah hujan tinggi, spesies tumbuhan dan hewan tumbuh dengan subur pada daratan ini.

a)      Pohon-pohon besar, tinggi mencapai 20 – 40m;

b)      Cabang pohon panjanga dan banyak, seakan membentuk naungan yang luas;

c)      Pada naungan pohon yang rindang tersebut, tumbuh bermacam tumbuhan epifit yang telah melakukan adaptasi berupa hidup menggunakan bahan makanan yang dimiliki cabang ataupun akar tempat mereka menempel;

d)      Tanah di bawah naungan hampir tak pernah mendapatkan sinar matahari saking lebatnya. Tanaman pun merambat ke atas;

e)      Pada tanah yang lembab, lumut tumbuh subur menjadi bahan makanan hewan-hewan kecil.

2)      Sub Tropis

Disebut sebagai iklim sedang karena terdapat empat musim; panas, gugur, dingin, dan semi. Curah hujan sepanjang tahun mencapai 75 – 100cm. Karena sedikit sehingga tumbuhan berbentuk rerumputan. Tanah mengandung banyak humus karena dedaunan dan rumput cepat terurai terutama pada musim gugur.

Hutan disana bersifat luruh. Pada musim salju terdapat salju. Jumlah tumbuhan jauh lebih sedikit, jarak antar pohon renggang, dan tidak ada perdu disekitarnya.

3)      Kutub

Pada daerah ini saat musim panas, matahari bersinar lebih dari duabelas jam sehari. Terdapat bioma (daerah) yang menonjol berupa taiga yaitu daerah berisikan pohon-pohon satu jenis saja. Pohon khasnya jenis konifer (binatang berupa moose, beruang grizzly, marten).

Pada daerah utara terdapat tundra, daerah yang mendapat sedikit energi radiasi dari matahari. Perbedaan siang dan malam sangat signifikan. Rumput menutupi seluruh permukaan, tumbuhan berbiji tumbuh dengan kerdil (binatang berupa beruang putih, musk axen, rendeer).

3.      Menyebutkan Penyebaran Wilayah untuk Binatang di Dunia

Perpindahan fauna berbeda dengan fauna yang sangat bergantung pada perantara. flora terikat pada suatu tempat sementara fauna dapat berpindah tempat dengan kecepatan atau kemampuan yang berbeda-beda. Flora bertugas sebagai produsen pada rantai makanan, sementara fauna sebagai konsumen. Dan flora memiliki kemampuan autotroph namun fauna tidak (heterotroph) sehingga mereka membutuhkan bergerak dengan aktif untuk mendapatkan makanan.

Persebaran fauna berdasarkan regional dapat dibedakan menjadi enam jenis berdasarkan kawasan masing-masing ditambah Selandia Baru yang terpisah.

1)      Region Paleartic

Sebagian utara benua Asia, seluruh kawasan Eropa, termasuk semua daerah negara bekas Uni Sovyet, pada pantai Pasifik Barat bagian utara, Jepang, kawasan Laut Tengah, dan Afrika bagian utara. Hewan yang berada pada semua permukaan wilayah berupa kelinci, jenis-jenis tikus, berbagai spesies anjing, serta kelelawar. Namun ada hewan yang terbatas penyebarannya dikarenakan kondisi lingkungan kurang sesuai dengan tempat asal seperti unta, rusa kutub, beruang kutub. Terdapat binatang endemi semacam panda, yaitu hewan yang hanya tumbuh di suatu daerah ataupun negara saja.

2)      Region Neartic

Ada pada hutan gugur Amerika Utara bagian timur, sebagian Meksiko, dan Greenland. Fauna berupa tikus, anjing, kelelawar, beruang, kucing, dan kijang.

3)      Neotropic

Meliputi Kawasan seluruh Amerika Selatan, bagian tengah, sebagian besar Meksiko, dan kepulauan Hindia Barat. Beberapa jenis kura-kura, buaya, sejenis kadal, dan beberapa jenis kodok tersebar luas di seluruh permukaan. Sementara tapir, ikan piranha, unta, belut listrik tumbuh sebagai hewan endemik.

4)      Ethiopia

Meliputi bagian benua Afrika sebelah selatan pegunungan Atlas, Gurun Sahara, bagian selatan Arabia. Hewan terdiri dari kuda nil (endemic), kera besar di Afrika, burung-burung endemik seperti giant elephant bird, zebra, jerapah, dan badak.

5)      Oriental

Terdapat di India, Indocina, Malaysia, serta Indonesia bagian barat. Kawasan Samudera Pasifik, sebelah barat Samudera Hindia, dan sebelah utara Pegunungan Himalaya. Fauna berupa tikus pemakan serangga, beruang, tapir, banteng (sapi), buaya, kura-kura, merpati, jalak, ayam, bebek, biawak, dan keluarga besar kucing.

6)      Australia

Mencakup kawasan Australia, Tasmania, dan pulau Papua. Selandia Baru berdiri sebagai kawasan tersendiri.

Kawasan kaya dengan fauna burung berwarna-warni, ular piton, kadal-kadalan, buaya, beserta reptil lainnya.

7)      Selandia Baru

Walaupun hanya berjarak 1,000 mil dari Australia, kawasan ini memiliki sebuah amphibi purba sebagai hewan endemik berupa burung kiwi (Sphenodon).

C.    Evolusi

1.      Menjelaskan Teori Evolusi yang Terjadi pada Makhluk Hidup

Lingkungan hidup yang ada di bumi mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut dipelajari dalam suatu teori disebut ‘teori evolusi’. Teori ini masih dipertentangkan. Banyak teori yang telah dikemukakan para ahli namun belum ada yang mampu sepenuhnya menjelaskan pertanyaan berkenaan dengan sejarah perkembangan makhluk hidup.

Sejak abad ke-6, telah banyak ahli telah berusaha mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul berbagai jenis makhluk hidup. Banyak pendapat mereka yang menjadi fondasi teori evolusi.

1)      Anaximander (500SM)

Memercayai manusia berevolusi dari makhluk akuatik mirip ikan yang berpindah tinggal di darat secara berkala.

2)      Empedocles (436SM)

Menyatakan bahwa kehidupan muncul dari lumpur dan tumbuhan, kemudian berubah menjadi hewan. Menurutnya, makhluk hidup pertama berwujud semacam monster. Kemudian berubah dengan aturan mereka yang memiliki bentuk paling sesuai dengan keadaan bumi dapat bertahan. Pemikirannya termasuk ke dalam seleksi alam, bagian penting evolusi.

3)      Erasmus Darwin (1802)

Ia menulis prosa berjudul Zoonomia yang pada intinya menyatakan kehidupan berawal dari asal mula yang sama, bahwa respons fungsional akan diwariskan pada keturunannya secara turun temurun. Ia adalah kakek dari Charles Darwin.

4)      Sir Charles Lyell (1875)

Berpendapat bahwa permukaan bumi terbentuk melalui proses bertahap dalam jangka waktu lama (Principles of Geology) hingga memengaruhi C. Darwin.

5)      Thomas Robert Malthus (1834)

Pada Essay on the Principle of Population, ia menyatakan tidak adanya keseimbangan antara penduduk dengan bahan makanan. Sehingga muncul kata-kata yang dipergunakan oleh C. Darwin, yaitu the Struggle for Life.

6)      George Cuvier (1832)

Mengatakan bahwa pada tiap masa, diciptakan makhluk hidup yang berbeda. Teori ini disebut Katatropisme.

Beberapa tokoh pengemuka teori evolusi yang muncul setelah pendapat-pendapat pendahulunya pun turut bermunculan.

1)      Lamarck (1829)

Menjelaskan evolusi berdasarkan suatu gagasan bahwa perubahan pada suatu individu disebabkan oleh lingkungan dan bersifat diturunkan (Lamarckisme).

Contoh klasik teori ini adalah jerapah dengan leher panjang yang berawal dari kebiasaan memakan dedaunan di tempat tinggi. Ia beranggapan jerapah kerap kali memanjangkan lehernya hingga lama kelamaan memanjang. Kemudian pemanjangan ini diturunkan kepada generasi setelahnya. Hipotesis ini diformulasikan sebelum biologi modern, satu abad sebelum gen dan kromosom diketahui.

2)      Charles Darwin (1882)

Ia menyadari adanya variasi pada hewan yang sama namun tinggal di tempat yang berbeda. Ia kemudian memperoleh ide tentang evolusi yang didasarkan atas pokok-pokok pikirannya

a)      Makhluk hidup bervariasi dan beberapa variasi sifat dapat diturunkan. Tidak ada dua individu yang sama persis walaupun sama spesiesnya, kecuali kembar identik.

b)      Tiap populasi cenderung bertambah karena tiap makhluk hidup mampu berkembang biak. Namun jumlah makhluk hidup yang bertahan lebih sedikit dibanding yang dilahirkan;

c)      Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan dengan terus-menerus.

d)      Tiap individu berkompetisi untuk memperoleh sumber daya agar mampu bertahan hidup.

e)      Sifat-sifat yang diwariskan miliki beberapa individu sebagai bekal bertahan hidup dan bereproduksi pada keadaan lingkungan tertentu;

f)       Akibat seleksi lingkungan, hanya individu yang adaptif terhadap lingkungan yang bisa bertahan hidup dan kemudian menurunkan kembali sifat adaptif tersebut kepada keturunannya hingga lama kelamaan seleksi alam ini akan mengubah sifat suatu populasi, berakhir menjadi spesies baru.

Hal di atas yang menjadi alasan mengapa suatu spesies terdapat bermacam variasi, populasi yang berkembang pesat, kompetisi antar spesies ataupun non, serta kebenaran adanya seleksi alam. Dengan adanya fosil yang terletak pada lapisan batuan juga menunjukkan bahwa perubahan makhluk hidup terjadi secara berangsur, membutuhkan waktu yang lama.

3)      August Weismann (1914)

Berpendapat bahwa sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Dibuktikan dengan mengawinkan dua tikus yang dipotong ekornya, pada generasi ke-21, semua anak tikus dilahirkan dengan ekor sempurna.

a)      Perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan ke generasi berikutnya (menjatuhkan teori Lamarck).

b)      Evolusi adalah masalah pewarisan gen-gen melalui sel kelamin, atau evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.

2.      Mengutarakan Perbedaan Perubahan pada Makhluk Hidup yang Disebabkan oleh Adanya Adaptasi dan Seleksi Alam

Adaptasi adalah cara bagaimana suatu organisme bertahan mengatasi tekanan ataupun keadaan yang ada pada lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk memperoleh air, udara, dan nutrisi (makanan), bertahan pada kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya, dan panas, mampu bertahan hidup dari musuh alaminya ataupun kompetitor, bereproduksi, dan merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.

Sementara seleksi alam adalah salah satu faktor dari terjadinya evolusi. Frekuensi gen dalam sebuah populasi dapat dikatakan dalam keadaan seimbang atau stabil dengan syarat jumlah populasi yang besar, perkawinan terjadi secara acak, tidak ada mutasi maju atau mundur, tidak ada seleksi, tidak ada migrasi. Apabila terjadi mikroevolusi dimana berarti perubahan kecil, akan berlanjut ke makroevolusi yang berarti evolusi.

1)      Perkawinan tak Acak

Tidak ada makhluk yang benar-benar kawin dengan acak, suatu hewan akan memilih partner yang berbeadan besar ataupun berbulu indah. Sehingga hanya mereka yang dengan sifat disukai akan tumbuh banyak, sementara mereka yang memiliki sifat tidak disukai akan menjadi langka bahkan hilang.

2)      Migrasi

Individu yang meninggalkan suatu populasi akan membawa alel dalam dirinya ke luar. Sebaliknya, mereka yang berimigrasi akan membawa alel asing masuk ke dalam tempat yang baru. Adanya migrasi menyebabkan terjadi variasi dalam suatu populasi.

3)      Hanyutan Genetik

Apabila ada sebagian anggota populasi yang terpisah dari populasi besar, maka frekuensi alel mereka akan berangsur berubah.

4)      Seleksi Alam

Terjadinya perubahan suatu lingkungan akan mengakibatkan dua hal,

a)      Organisme dapat menyesuaikan diri pada lingkungan dengan terus bereproduksi

b)      Mereka yang tidak mampu bertahan akan mati, menjadi langka, atau berpindah pada daerah lain yang sesuai.

Seperti ngengat malam Biston betularia di Inggris sebelum terjadi revolusi industri. Mereka yang bersayap cerah sebelum terjadi revolusi industri berpopulasi lebih banyak dibanding mereka yang bersayap gelap. Namun setelah revolusi, sayap gelap ditemukan lebih banyak dibanding sayap cerah. Karena debu yang tebal mampu menjadi tempat kamuflase bagi ngengat bersayap gelap dari predator, sementara mereka yang bersayap terang mudah dilihat predator.

Atau burung puyuh yang warnanya macam tanah sesuai lingkungan tinggalnya. Hal tersebut menunjukkan adaptasi sebagai salah satu mekanisme seleksi alam. Selain itu, seleksi alam terjadi sesuai dengan resistensi suatu makhluk terhadap perubahan atau faktor tertentu. Seperti bakteri yang mampu dengan cepat berevolusi menjadi resisten terhadap obat-obatan. Pada awalnya, saat diberi antibiotik, mereka yang tidak tahan akan mati, namun yang tahan akan bertahan hidup, menghasilkan hasil belah diri atau keturunan yang lebih tahan lagi terhadap antibiotik.

5)      Mutasi

Sebuah bentuk perubahan materi yang bersifat menurun. Sumber adanya variasi hereditas. Seperti contoh mutasi gen, yang dapat terjadi tanpa atau dengan faktor luar, yaitu alami atau buatan. Seperti yang diketahui gen adalah penyusun sifat yang terlihat, maupun yang tidak. Dengan adanya mutasi, terutama pada penyusun fenotip, maka jelas akan terjadi perubahan.

6)      Rekombinasi dan Seleksi

Bagian terpenting dalam evolusi adalah rekombinasi gen. Melalui perkawinan terutama, menjadikan reproduksi seksual faktor penting dalam proses evolusi.

Tidak ada individu yang identik. Suatu variasi dalam spesies pada keturunan berikutnya akan memberi sifat yang saling berbeda. Jika keturunan tersebut berpindah ke tempat lain, maka akan varian yang berbeda pula.

D.    Kimia

1.      Pengenalan Unsur dan Sistem Periodik Unsur

1)      Unsur adalah zat tunggal murni yang secara kimia tidak dapat lagi dipecah menjadi zat yang lebih sederhana. Seperti Al, Fe, dan C. Dahulu, lambang unsur berbentuk gambar-gambar ataupun lambang. Namun dengan berkembang dan bertambah banyaknya unsur, seorang berkebangsaan Swedia yaitu J.J. Berzelius mengusulkan adanya lambang unsur atau tanda atom suatu unsur.

a)      Cari nama unsur dalam bahasa latin

b)      Tulis huruf terdepan (kapital)

c)      Ambil huruf berikutnya kecil sebagai pembeda.

Seperti unsur Oksigen dengan nama latin Oxygenium, berlambang O. Unsur besi dengan nama latin Ferrum, berlambang Fe. Unsur dibagi menjadi dua golongan, logam dan nonlogam. Contoh logam adalah Al, Ag, Fe, Ni yaitu aluminium, perak atau argentum, besi, dan nikel. Sementara nonlogam seperti H, Cl, O, dan C.

Sifat logam adalah membentuk kristal logam, berwarna kilap, umunya padat dengan suhu 25oC, kecuali Hg, dapat ditempa atau diregangkan, berupa konduktor. Sementara nonlogam bersifat amorf kecuali C, tidak mengkilap, memiliki wujud bermacam-macam, tidak dapat ditempa, dan merupakan isolator (grafit).

Berdasarkan jumlah atom penyusun, unsur dibagi menjadi unsur nonatonomik (satu atom), diatonomik (dua atom), dan poliatonomik (lebih dari dua atom sejenis) seperti P4, dan S8.

2)      Sistem periodik unur adalah susunan unsur-unsur berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat yang dimiliki oleh masing-masing unsur. Sistem periodik modern diresmikan oleh IUPAC pada tahun 1923.

a)      Lajur horizontal yang disebut periode dan kolom vertikal disebut golongan.

b)      Sistem periodik modern terdiri atas tujuh periode dimana nomor periode adalah jumlah kulit dari atom.

c)      Golongan pada sistem periodik terdiri atas delapanbelas golongan, penempatan berdasarkan kemiripan sifat. Nomor golongan berdasarkan jumlah elektron valensi. Terbagi menjadi golongan utama (A) dan golongan tambahan (B). Golongan tambahan disebut unsur transisi. Tergolong unsur logam dan dapat membentuk senyawa berwarna.

d)      Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar dari suatu atom. Menggambarkan kecenderungan unsur untuk melepas elektron demi membentuk ion positif. Makin besar makin sukar melepas.

e)      Keeloktonegatifan adalah bilangan yang menggambarkan kecenderungan relatif suatu unsur untuk menarik elektron ke pihaknya dalam suatu ikatan kimia.

2.      Pengertian Energi, Macam, dan Contohnya

1)      Energi kimia adalah energi yang dilepaskan selama reaksi kimia. Contoh sumber energi kimia adalah bahan makanan yang dimakan. Bahan makanan yang dikonsumsi mengandung unsur kimia. Dalam tubuh kita, unsur kimia yang terkandung dalam makanan mengalami reaksi kimia. Selama proses reaksi kimia, unsur-unsur yang bereaksi melepaskan sejumlah energi kimia. Contoh energi kimia lainnya adalah pada peristiwa menyalanya kembang api. Energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar jenis ini sangat besar sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan mobil, pesawat terbang, dan kereta api.

2)      Energi listrik, seperti halnya lampu senter yang kita gunakan dapat menyala karena ada energi listrik yang mengalir pada lampu. Energi listrik terjadi karena adanya muatan listrik yang bergerak. Muatan listrik yang bergerak akan menimbulkan arus listrik. Pembangkit listrik menggunakan berbagai sumber energi, seperti air terjun, reaktor nuklir, angin, atau matahari. Energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik sangat besar. Untuk menghasilkan sumber energi listrik yang lebih kecil, kita dapat menggunakan aki, baterai, dan generator.

3)      Energi bunyi berupa bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar. Ketika terdengar bunyi guntur yang sangat keras, terkadang kaca jendela rumah bahkan akan ikut bergetar. Hal ini disebabkan bunyi sebagai salah satu bentuk energi merambatkan energinya melalui udara. Ketika terjadi guntur, energi yang dimiliki guntur tidak hanya mengenai kaca rumah tetapi mengenai seluruh bagian rumah. Akan tetapi, energi yang dimiliki guntur tidak cukup besar untuk menggetarkan bagian rumah yang lainnya.

4)      Energi kalor, merupakan salah satu bentuk energi yang dapat mengakibatkan perubahan suhu maupun perubahan wujud zat. Umumnya hasil sampingan dari perubahan bentuk energi lainnya. Energi kalor dapat diperoleh dari energi kimia, misalnya pembakaran bahan bakar. Juga dapat dihasilkan dari energi kinetik benda-benda yang bergesekan. Sebagai contoh, ketika menggosokkan telapak tangan maka akan terasa panas pada telapak tangan.

5)      Energi cahaya. Matahari merupakan salah satu sumber energi cahaya. Energi cahaya dapat diperoleh dari benda-benda yang dapat memancarkan cahaya, misalnya api dan lampu. Energi cahaya biasanya disertai bentuk energi lain seperti energi kalor (panas). Bahkan dengan menggunakan sel surya, energi yang dipancarkan oleh matahari dapat diubah menjadi energi listrik.



Daftar Pustaka
Allisha, Astrid. (2016). Faktor yang Memperngaruhi Penyebaran Geografi.
           
Dikutip pada 21 April 2019 dari
            https://xisciencefive.blogspot.com/2014/08/geografi-faktor-yang

            mempengaruhi_16.html 

Karmana, O. 2013. Biologi untuk Kelas XI. Bandung : Grafindo Media Pratama

Nanda, Refsa. (2019). Materi Kelas. Dikutip pada 21 April 2019 dari
            https://www.materikelas.com/macam-macam-energi-dan-contohnya/ 


Pratiwi, D., A., S., Bambang, Srikini, S., M., Suharno. (2012). Biologi SMA Jilid 3
            untuk Kelas XII.
Jakarta : Penerbit Erlangga 

Putra, Adam Tirta. (2013, 17 Mei). Geografi Kehidupan. Dikutip pada 21 April
            2019 dari https://adamtirtaputra.blogspot.com/2013/05/geografi
            kehidupan.html
Tim Masmedia Buana Pustaka. (2015). Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Sidoarjo :
            Masmedia
(2019, 20 Maret). Adaptasi. Dikutip pada 21 April 2019 dari
               https://id.wikipedia.org/wiki/Adaptasi 




Comments

Popular Posts