TULISAN PERTEMUAN PERTAMA
1. Pendahuluan
a. Definisi Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu alamiah dasar atau yang
dapat pula disebut ilmu pengetahuan alam menurut James Conant adalah suatu
rangkaian konsep-konsep yang saling berkaitan dan bagan-bagan konsep yang telah
berkembang sebagai hasil eksperimen serta observasi dan bermanfaat untuk
eksperimen serta observasi lebih lanjut.
Dapat juga didefinisikan
sebagai ilmu yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta begitu juga
yang ada di muka bumi tersendiri, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu
alamiah dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang
esensial saja. Ilmu alamiah
bertujuan untuk memahami berbagai keteraturan yang terdapat dalam alam semesta.
Untuk menelaah hal ini, digunakan metode ilmiah. Yaitu dengan menentukan hukum
yang berlaku atas keteraturan-keteraturan tersebut, lalu dilakukan analisis
untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan.
Atas dasar ini dapat dibuat prediksi. Hasil penelitian adalah antara 100% benar
dan 100% salah. Berbeda dengan ilmu pengetahuan sosial ataupun ilmu pengetahuan
budaya yang tidak dapat sepenuhnya salah ataupun benar.
b.
Perkembangan Alam Pikiran Manusia
Ada dua macam perkembangan alam pikiran manusia, yakni perkembangan alam
pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya dan perkembangan alam
pikiran manusia sejak zaman purba hingga saat ini.
1)
Perkembangan
berdasarkan usia bayi hingga dewasa
a)
Periode
sesomotorik (0–2 tahun)
b)
Periode
praoperasional (3–5 tahun)
c)
Periode
operasional nyata (6–12 tahun)
d)
Remaja (13–20
tahun)
e)
Dewasa (>20
tahun)
2)
Zaman purba
hingga modern
a)
Zaman purba
(hingga zaman babilonia, alat dari batu, bercocok tanam, beternak hasil
pengalamana dan kemampuan dari memelajari, mengamati alam sekitar)
b)
Zaman Yunani
(Thales, Phytagoras, Socrates, dan Aristotle berpengaruh besar)
c)
Zaman
pertengahan (berkembang eksperimen bidang kedokteran, farmasi, astronomi,
kimia, biologi. Muncul penulisan bilangan arab dan desimal dalam ilmu aljabar)
d)
Zaman modern
(penemuan-penemuan yang mengubah pola pikir, dibantu dengan alat yang lebih
canggih. Ditandai dengan perubahan paham geosentrisme ke heliosentrisme)
Perkembangan dapat diartikan sebagai ‘Perubahan yang bersifat tetap dan
tidak dapat diputar kembali (irreversible)’.
Berbeda dengan pertumbuhan yang dapat dibedakan dengan bertambah besarnya
ukuran badan maupun fungsi fisik, perkembangan lebih dapat mencerminkan sifat
yang khas mengenai gejala psikologis yang muncul (Monks, 1982). Perkembangan
dapat dipandang melalui tiga aspek, yaitu fisik (tinggi dan berat), kognitif
(proses berpikir, daya ingat, dan bahasa), serta kepribadian dan sosial
(perubahan konsep diri, gender,
maupun hubungan interpersonal).
Dibalik segala keterbatasan fisik yang dimiliki manusia, ada akal yang
dapat membantu manusia bersaing dengan makhluk di muka bumi serta dengan mudah
beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Hal tersebut yang menyebabkan alam
pikir manusia mampu berkembang dengan kemampuan berpikir dan bernalar, serta
nuraninya yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan keteraturan antara mana yang
baik dan buruk dilakukan.
Manusia dibekali rasa ingin tahu (curiousity)
yang besar. Sifat rasa ingin tahu tersebut yang mendorong mereka untuk
mengenal, memahami, maupun mencari penjelasan atas hal-hal yang menarik
perhatian mereka, termasuk segala gejala yang terjadi di alam semesta. Berbeda dengan hewan
yang hanya memiliki insting untuk menjaga kelangsungan hidupnya, dan tak akan
berubah dimakan waktu. Ketidakberkembangan
rasa ingin tahu tersebut dapat disebut dengan Idle curiousity.
Hal yang pertama
dilakukan manusia untuk memuaskan keingintahuannya adalah bertanya. Diawali dengan pertanyaan ‘Apa’ kemudian
‘Bagaimana’ berlanjut ke pertanyaan ‘Mengapa’. Hal-hal tersebut akan mendorong
manusia untuk memahami serta mendapatkan penjelasan atas gejala-gejala yang
terjadi. Lalu dengan terjawabnya satu masalah, akan mendatangkan masalah baru
untuk mereka pelajari.
Selain bertanya, mereka akan berusaha mencari jawabannya sendiri.
Dibalik itu, pengetahuan terbesar didapatkan dari pertanyaan. Selama mereka terus
memiliki rasa ingin tahu dan kemauan untuk mencari jawaban, maka ilmu
pengetahuan akan terus berlanjut. Hal tersebut yang menjadikan manusia berbeda
dengan makhluk lainnya.
Dengan rasa ingin tahu
yang begitu besar dan tidak terbatas maka manusia dapat menciptakan sesuatu
yang besar pula. Hasil dari keingintahuan manusia adalah terciptanya sebuah
pengetahuan. Ilmu pengetahuan berawal pada kekaguman manusia akan alam yang dihadapinya.
Dengan terbentuknya pengetahuan, maka manusia dapat meciptakan sesuatu untuk
menunjang segala jenis kegiatan dalam kehidupan.
Menurut Auguste Comte (1798-1857), dalam sejarah
perkembangan jiwa manusia, baik sebagai individu maupun sebagai keseluruhan,
berlangsung dalam tiga tahap.
1)
Tahap
teologi. Pada tahap teologi atau
fiktif, manusia berusaha untuk mencari dan menemukan sebab yang pertama dan
tujuan yang terakhir dari segala sesuatu, selalu dihubungkan dengan kekuatan
gaib. Gejala alam yang menarik perhatiannya selalu diletakkan dalam kaitannya
dengan sumber yang mutlak, serta memiliki anggapan bahwa setiap gejala dan
peristiwa dikuasai, diatur oleh para dewa atau kekuatan gaib lainnya.
2)
Tahap
filsafat atau abstrak. Tahap dimana manusia
masih tetap mencari sebab utama dan tujuan akhir, tetapi manusia tidak lagi
menyandarkan pada kepercayaan dan kekuatan gaib, namun akalnya sendiri, akal
yang telah mampu melakukan abstraksi guna menemukan hakikat segala sesuatu.
3) Tahap positif atau ilmiah riil. Manusia
telah mampu berpikir secara positif atau riil atas dasar pengetahuan yang telah
dicapainya yang dikembangkan secara positif melalui pengamatan, percobaan, dan
perbandingan.
c.
Mitos, Penalaran, dan Cara Memperoleh
Pengetahuan
1)
Mitos
Suatu informasi yang
dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi. Begitu luasnya
suatu mitos beredar di masyarakat sehingga masyarat tidak menyadari bahwa
informasi yang diterimanya itu belum terbukti kebenarannya. Karena begitu
kuatnya keyakinan masyarakat terhadap suatu mitos tentang sesuatu hal, sehingga
memengaruhi perilaku masyarakat. Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang di tokohi oleh para dewa
atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain pada masa lampau dan
dianggap benar-benar terjadi oleh penganutnya. Mitos juga disebut Mitologi,
cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan bertalian dengan terjadinya
tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongeng suci. Mitos
juga merujuk kepada satu cerita dalam sebuah kebudayaan yang dianggap mempunyai
kebenaran mengenai suatu peristiwa yang pernah terjadi pada masa dahulu.
Jenis mitos terbagi menjadi enam; (1) Mitos penciptaan (menceritakan penciptaan alam semesta yang sebelumnya sama sekali belum ada), (2) Kosmogenik (mengisahkan penciptaan alam semesta, menggunakan sarana yang sudah ada atau dengan perantara), (3) Asal-usul (mengisahkan asal mula atau awal dari binatang, jenis tumbuhan, dsb), (4) Theoginik (mitos mengenai dewa dan makhluk adikodrati, (5) Anthropogonik (berkaitan dengan terjadinya manusia, (6) transformasi (menceritakan perubahan keadaan manusia dan dunia di kemudian hari).
Jenis mitos terbagi menjadi enam; (1) Mitos penciptaan (menceritakan penciptaan alam semesta yang sebelumnya sama sekali belum ada), (2) Kosmogenik (mengisahkan penciptaan alam semesta, menggunakan sarana yang sudah ada atau dengan perantara), (3) Asal-usul (mengisahkan asal mula atau awal dari binatang, jenis tumbuhan, dsb), (4) Theoginik (mitos mengenai dewa dan makhluk adikodrati, (5) Anthropogonik (berkaitan dengan terjadinya manusia, (6) transformasi (menceritakan perubahan keadaan manusia dan dunia di kemudian hari).
Contoh mitos yang dikenal masyarakat luas adalah pertanda sial bagi mereka yang tertimpa cicak, lalu larangan bagi perempuan untuk duduk di depan pintu, maupun larangan bersiul pada malam hari yang dianggap akan mengundang makhluk gaib.
2)
Legenda
Sebuah kisah sejarah tradisional yang
dianggap benar berisi campuran antara fakta dan fiksi. Menurut ahli diantaranya
Emeis menyebutkan bahwa legenda merupakan sebuah kejadian dengan dasar sejarah
dan digabungkan dengan khayalan. Legenda adalah cerita yang diceritakan seolah-olah
itu adalah peristiwa sejarah, bukan sebagai penjelasan untuk sesuatu atau
narasi simbolik. Legenda dalam bahasa latin legere
berarti cerita prosa rakyat yang dianggap oleh pembuat sebagai sesuatu yang
benar-benar terjadi. Oleh karenanya, legenda sering kali dianggap sebagai
sejarah kolektif (folk history).
Meski demikian, karena tidak tertulis, maka kisah-kisah tersebut telah
mengalami distorsi, sehingga sering kali jauh berbeda dengan aslinya.
Salah satu contoh legenda adalah Sangkuriang,
menceritakan tentang asal mula gunung bernama Tangkuban Parahu, dan Roro
Jonggrang, legenda tentang Candi Prambanan.
3)
Cerita rakyat
Mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu
tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita
rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia, atau dewa.
Fungsi Cerita rakyat selain sebagai hiburan juga bisa sebagai pembawa pesan-pesan pendidikan moral.
Terdapat beberapa jenis cerita rakyat, yaitu
legenda, mitos, fabel, dan sage.
Beberapa contoh cerita rakyat adalah Malin
Kundang, Telaga Bidadari, Bawang Merah dan Bawang Putih, Timun Mas, dan Keong
Mas.
4)
Cara Manusia
Memperoleh Pengetahuan
Adanya kemampuan berpikir pada
manusia menyebabkan terus berkembangnya rasa ingin tahu tentang segala yang ada
di alam semesta. Dengan akal yang dimiliki manusia, semua pengetahuan dapat
diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Informasi yang dapat
disimpan dan diajarkan kepada generasi berikutnya, ditambah dengan pengetahuan
yang diperoleh saat itu maka informasi tentang pengetahuan ini akan terus
bertambah dan berkembang dari generasi ke generasi berikutnya. Maka secara
sederhana urutan perkembangan ilmu dimulai dari
rasa ingin tahu terhadap sesuatu maka
dilakukan suatu pengamatan. Berdasarkan
pengamatan berulangkali, diperoleh pengalaman. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang terus-menerus diperoleh
pengetahuan, semisal sifat dari benda yang
diamati, tanggalan-tanggalan tertentu, ciri fisik, dan sebagainya. Kumpulan
pengetahuan tentang sesuatu yang didapatkan secara sistematis dinyatakan
sebagai ilmu pengetahuan.
Cara yang digunakan dalam mencari ilmu pengetahuan disebut juga ‘metode mencari ilmu pengetahuan’. Metode yang dipakai dalam mencari ilmu pengetahuan merupakan metode yang efektif agar hasilnya tidak diragukan kebenarannya. Cara yang digunakan harus benar, berarti tegas dan pasti. Karena kebenaran adalah pernyataan tanpa ragu.
Menurut Atang Abdul
Hakim dan Beni Ahmad Saebani dalam buku Filsafat Umum, mengatakan bahwa “Pengetahuan
diperoleh dengan tiga cara, yaitu dari gagasan dalam pikiran atau ide,
pengalaman, dan intuisi.”
Adapun menurut Yuyun S. Suryasumantri (2001: 50) ‘pada dasarnya ada dua cara yang pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. Yang pertama adalah mendasarkan diri kepada rasio dan kedua mendasarkan diri pada pengalaman. Kaum rasionalis mengembangkan apa yang kita kenal dengan rasionalisme. Sedangkan mereka yang mendasarkan diri kepada pengalaman mengembangkan paham yang disebut dengan empirisme.
2. Metode Ilmiah
a. Pendekatan Ilmiah dan Non Ilmiah
1)
Non Ilmiah
a)
Akal sehat. Menurut Conant yang dikutip Kerlinger
(1973, h.3) akal sehat adalah serangkaian konsep dan bagian konseptual yang
memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep merupakan kata yang
dinyatakan abstrak dan dapat digeneralisasikan kepada hal-hal yang khusus. Akal
sehat ini dapat menunjukan hal yang benar, walaupun disisi lainnya dapat pula
menyesatkan.
b)
Intuisi. Adalah penilaian terhadap suatu
pengetahuan yang cukup cepat dan berjalan dengan sendirinya. Biasanya didapat dengan cepat tanpa melalui
proses yang panjang tanpa disadari. Dalam pendekatan ini tidak terdapat hal
yang sistemik.
c)
Prasangka. Pengetahuan yang dicapai secara akal
sehat, biasanya diikuti dengan kepentingan orang yang melakukannya kemudian
membuat orang mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu luas. Dan menyebabkan
akal sehat ini berubah menjadi sebuah prasangka.
d)
Penemuan coba-coba. Pengetahuan yang ditemukan
dengan pendekatan ini tidak terkontrol dan tidak pasti. Diawali dengan usaha coba-coba atau dapat
dikatakan trial and error. Dilakukan
dengan tidak kesengajaan yang menghasilkan sebuah pengetahuan dan setiap cara
pemecahan masalahnya tidak selalu sama.
e)
Pikiran Kritis.
Didapat dari pendidikan formal yang tinggi sehingga dipercaya kebenarannya,
walaupun tidak semuanya benar karena pendapat tersebut tidak semuanya melalui
percobaan yang pasti, terkadang pendapatnya hanya didapatkan melalui pikiran
yang logis.
2)
Pendekatan
Ilmiah
Pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan
terstruktur, terskontrol oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun di atas
teori-teori terdahulu sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau
perbaikan-perbaikan atas teori sebelumnya. Dapat diuji kembali oleh siapa saja
yang hendak memastikan kebenarannya.
Ilmu pengetahuan dianggap ilmiah apabila
memenuhi empat syarat yaitu :
a)
Objektif;
b)
Metodik (pengetahuan itu diperoleh dengan cara-cara
tertentu dan terkontrol);
c)
Sistematis (pengetahuan ilmiah tersusun dalam suatu
sistem, tidak berdiri sendiri satu sama lain, saling berkaitan dan saling
menjelaskan sehingga keseluruhan menjadi kesatuan);
d)
Universal (pengetahuan tidak hanya diamati hanya
oleh seseorang atau beberapa orang, tapi semua orang dengan eksperimentasi yang
sama akan menghasilkan sesuatu yang konsisten.
Menurut Notoatmodjo (2005), dari berbagai macam cara
yang telah digunakan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan sepanjang sejarah,
dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a) Cara tradisional untuk memperoleh pengetahuan
Cara kuno atau tradisional ini dipakai orang
untuk memperoleh pengetahuan kebenaran pengetahuan sebelum ditemukan metode
ilmiah atau metode penemuan secara sistematik dan logis. Cara-cara ini antara
lain :
·
Trial and Error;
·
Cara kekuasaan
atau otoritas;
·
Berdasarkan
pengalaman pribadi;
·
Melalui jalan
pikiran.
b)
Cara modern
Cara ini disebut “metode penelitian ilmiah” atau
metodologi penelitian (research
methodology). Menurut Deobold van Dalen, dalam memperoleh kesimpulan
pengamatan dilakukan dengan mengadakan observasi langsung dan membuat
pencatatan terhadap semua fakta sehubungan dengan objek yang diamati.
Pencatatan ini mencakup tiga hal pokok, yaitu :
·
Segala sesuatu
yang positif (gejala yang muncul pada saat dilakukan pengamatan)
·
Segala sesuatu
yang negatif (gejala tertentu yang tidak muncul pada saat dilakukan pengamatan)
·
Gejala-gejala
yang muncul secara bervariasi (gejala yang berubah-ubah pada kondisi-kondisi
tertentu)
b.
Langkah Operasional Metodologi Ilmiah
1)
Merumuskan masalah
2)
Mengumpulkan
data
3)
Menyususn
hipotesis
4)
Eksperimen
5)
Kesimpulan
6)
Uji kesimpulan
3.
Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Alam
a.
Teori Terjadinya Alam Semesta
1)
Teori Dentuman
Besar (Big Bang)
Dikemukakan oleh Georges Lemaitre (1894 –
1966), seorang astronom Belgia. Dalam teorinya ia menyatakan dahulu kala
galaksi-galaksi saling berdekatan. Dengan demikian, semua galaksi dalam jagad
raya berasal dari sebuah massa tunggal. Dalam keadaan tersebut, suhu dan energi yang
dimiliki sangat besar. Untuk itu, hanya ledakan besarlah yang dapat
menghancurkan massa tunggal menjadi serpihan sebagai awal jagad raya.
George Gamow ahli fisika
berkebangsaan Rusia-Amerika, salah satu pendukung teori tersebut mengemukakan jika suatu
ledakan besar telah terjadi pada pembentukan alam semesta, peristiwa tersebut akan
menyisakan pijar susulan berupa jejak-jejak radiasi.
2)
Teori Jagad Raya Mengembang
Dikemukakan oleh Georges
Lemaitre dan didukung Edwin Hubble. Menurut teori, disebutkan bahwa jagad raya
bergerak saling menjauhi, membesar.
Dua Fisikawan pada tahun
1965, Arno Penzias dan Robert Wilson melakukan pencarian sinyal gelombang radio
dari bagian tepi Galaksi Bimasakti (Milky
Way). Dalam percobaan pencarian sinyal gelombang radio yang mereka lakukan,
keduanya menemukan sisa-sisa gelombang mikro yang diprediksi George Gamow. Selanjutnya
pada tahun 1929, Edwin Hubble dan Observatorium Mount Wilson mengatakan bahwa
galaksi sesungguhnya bergerak menjauhi satu sama lain, dengan kecepatan hingga
beberapa ribu kilometer per detik. Selain itu dalam pengamatan pada teleskop
raksasa, Hubble menemukan bahwa bintang-bintang memancarkan cahaya merah sesuai
dengan jarak masing-masing. Yang juga membuktikan benda-benda langit tersebut bergerak menjauh.
3)
Teori Keadaan
Tetap
Dicetuskan oleh Sir Hermann Bondi, Sir Fred
Hoyle, dan Thomas Gold (1948). Teori ini beranggapan alam semesta tidak
memiliki awal dan tidak akan berhenti. Galaksi yang tua akan saling menjauh
satu sama lain, menyebabkan terjadi kekosongan antar ruang galaksi. Kekosongan tersebut
berakibat tersusun materi baru yaitu galaksi. Dengan demikian, jagad raya akan
terus dalam keadaan tetap.
![]() |
Gambar 1 : ilustrasi teori Bigbang dan teori keadaan tetap
|
Teori Pembentukan Tata Surya
1)
Teori Kabut
Diperkenalkan pertama
kali oleh Emmanuel Swedenborg (1734), lalu disempurnakan oleh filsuf Jerman
bernama Immanuel Kant. Teori serupa juga diperkenalkan Marquis de Laplace
secara independen (1775). Teori ini menyatakan matahari dan planet berasal dari
sebuah kabut pijar yang berpilin di jagad raya. Karena putarannya, sebagian
massa kabut lepas, membentuk gelang-gelang pada sekeliling bagian utama kabut.
Setelah itu membeku dan terbentuklah planet. Selain itu, seorang astronom jerman bernama C. von Weizsaeckar memperkenalkan hipotesis
nebulanya pada tahun 1940-an dengan sedikit modifikasi.
![]() |
| Gambar 2 : teori Nebula |
2) Teori Planetesimal
Dicetuskan oleh seorang geolog bernama Thomas
Chamberlin dan ahli geofisika bernama Forest Moulton. Planetesimal berarti
planet kecil yang memutari sebuah inti yang berbentuk gas. Matahari telah ada sebagai salah satu dari sekian
banyak bintang, pada suatu waktu ada sebuah bintang yang melintas di kejauhan
yang tidak terlalu jauh, sehingga terjadi pasang naik antara bintang dan
matahari.
![]() |
| Gambar 3 : teori Planetesimal |
3)
Teori Pasang
Surut
Diperkenalkan oleh Sir James Jeans dan Harold
Jeffreys. Teori ini beranggapa bahwa sebuah bintang bergerak mendekati matahari
dan kemudian menghilang. Pada saat kejadian itu separuh bagian dari matahari
tertarik dan lepas. Dari bagian matahari yang terlepas inilah yang kemudian
membentuk planet-planet.
4)
Teori Vortek
Teori pusaran ini
dicetuskan oleh Karl von Weizacker yang menyatakan bahwa massa kabut (nebula)
terdiri atas vortek yang merupakan sifat gerakan gas dalam nebula sehingga
menyebabkan pola sel-sel perputaran (turbulensi). Pada batas antara sel turbulen,
terjadi tumbukan antar partikel yang kemudian membesar menjadi planet.
5)
Teori Proto Planet
Disempurnakan oleh
Gerard Kuiper, beranggapan bahwa planet terbentuk melalui perputaran nebula
yang membantu tumbukan planetesimal membesar menjadi proto planet (awan debu),
menjadi planet.
b. Anggota Sistem Tata Surya
1)
Matahari
Bintang berukuran biasa
yang dikelilingi planet dan benda langit lainnya di sistem tata surya. Tersusun
dari berbagai gas bertekanan tinggi dengan jarak 149,000,000km dari bumi berdiameter
±1,400,000km, bermassa 333.420 kali massa bumi. Pada lapisan bawah terdapat
kromosfer menjulang 12km dan pada lapisan luar terdapat korona membentuk
lingkaran cahaya jingga yang mengelilingi matahari.
2)
Satelit
Benda langit yang secara
khusus bergerak memutari suatu planet. Bersamaan dengan planet memutari juga
bintang dan berputar pada porosnya sendiri. Dimiliki masing-masing planet
termasuk bumi, buatan maupun alami. Satelit alami terbanyak dimiliki oleh
Saturnus dengan jumlah 21 buah planet.
Sementara satelit buatan
diciptakan dengan beberapa tujuan khusus; stasiun pemancar luar angkasa,
memonitor cuaca, pemetaan permukaan planet, GPS, dan sebagai penelitian
terhadap benda langit lain.
3)
Asteroid
Benda langit berukuran
kecil yang berada pada ruang kosong di angkasa antar Mars dan Jupiter. Beberapa
asteroid yang berhasil dikenali diantaranya Ceres, Palos, Juno, Vesta.
4)
Komet
Berasal dari kata kometes yang berarti ‘berambut panjang’.
Tidak bergerak pada orbit sirkuler pada arah yang tunggal, namun berputar di
sekeliling matahari daam elipsis yang memanjang. Bagian padat komet menyerupai
bintang berukuran kecil. Kemudian terdapat materi kabut yang menyerupai ekor
panjang terjulur menjauhi kepala komet dalam arah berlawanan dengan matahari.
5)
Meteor
Partikel-partikel yang
bergerak di sekitar luar angkasa. Ukuran berkisar antara sebesar kepala jarum
hingga berbobot puluhan ton. Sebutan Meteorit adalah untuk benda alamiah yang
jatuh atau berada di dalam bumi.
6)
Planet
Benda langit yang tidak
memancarkan cahaya sendiri, tetapi hanya merefleksikan cahaya matahari. Menurut
International Astronomical Audit
(IAU), planet adalah benda langit yang mempunyai orbit mengelilingi matahari.
Memiliki massa dan gravitasi yang cukup sehingga bisa membentuk struktur bulat
dan memiliki lintasan orbit yang bersih, berarti tidak memiliki benda langit
lainnya di dalam orbitnya. Ada tiga jenis pembagian planet, yaitu :
a)
Berdasarkan material : planet terrestial adalah
planet dengan ukuran yang relatif kecil, berbatu, dan memiliki atmosfer yang
tipis, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sisanya termasuk planet jovian.
Yaitu planet dengan permukaan yang tersusun dari gas, cairan, es tebal, dan
ukurannya relatif besar.
b)
Berdasarkan posisi dari orbit bumi : planet
inferior adalah planet yang terletak di dalam orbit bumi, yaitu Merkurius dan
Venus. Sedangkan, planet superior adalah planet yang
berada di luar orbit bumi, yaitu planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus.
c)
Berdasarkan letaknya dilihat dari orbit asteroid :
planet luar dan planet dalam. Planet dalam adalah planet yang berada didalam
orbit asteroid, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sisanya termasuk planet
luar.
c. Bumi
![]() |
| Gambar 4 : bagian-bagian bumi |
Salah
satu benda langit berupa planet di tata surya. Berada diantara Venus dan Mars,
ketiga dari matahari. Berbentuk bulat tidak sempurna dengan bagian kutub
selatan yang pipih dan kutub utara agak lonjong (sferoid pepat), terdapat
tonjolan di bagian ekuator. Diameter pada ekuator adalah 12,750km. Terdiri dari
tiga bagian yang berisi atmosfer, hidrosfer, dan litosfer. Diperkirakan berumur
4,500,000,000 tahun. Memiliki gerakan rotasi, tahunan, dan gerakan goyahnya (berpresisi)
sendiri. Komposisi bumi terbesar adalah oleh Fe sebesar 32.1% dan O2
sebesar 30.1%, sisanya terdiri dari Mg, Ni, Zn, Cl, dan lain-lain.
Bumi memiliki inti luar dan inti dalam yang
berbeda. Lapisan luar bumi secara kimiawi berupa kerak padat silikat yang
diselimuti oleh mantel viskose padat.
Di pusat bumi, suhu mencapai 6.000°C dan tekanannya
mencapai 360GPa. Karena sebagian besar panas bumi dihasilkan oleh peluruhan
radioaktif, para ilmuwan percaya bahwa pada awal sejarah bumi, sebelum isotop
dengan usia pendek terkuras habis, panas yang dihasilkan diperkirakan dua kali
lebih besar daripada saat ini, kira-kira 3 miliar tahun yang lalu.
Lapisan luar bumi yang berbentuk lapisan kaku
disebut dengan litosfer, terpecah menjadi potongan-potongan yang disebut dengan
lempeng tektonik. Lempeng-lempeng ini merupakan segmen kaku yang saling
berhubungan dan bergerak pada salah satu dari tiga jenis batas lempeng. Ketiga
batas lempeng tersebut adalah batas konvergen, tempat dua lempeng bertumbukan;
batas divergen, tempat dua lempeng saling menjauh; dan batas peralihan, tempat
dua lempeng saling bersilangan secara lateral.
Sekitar 70.8% permukaan bumi ditutupi oleh air dan
terdapat banyak landas benua di bawah permukaan laut. Luas permukaan bumi yang
ditutupi oleh air setara dengan 361.132juta km persegi (139.43 juta sq mi).
Ketersediaan air di permukaan bumi merupakan hal yang membedakan ‘Planet Biru’ dengan planet lain di tata surya. Hidrosfer bumi secara teknis mencakup semua perairan yang terdapat di permukaan bumi. Massa lautan kira-kira 1,35×1018 metrik ton atau sekitar 1/4400 dari massa total bumi. Lautan mencakup area seluas 3.618×108km persegi, dengan kedalaman rata-rata 3682m, dan volume air sekitar 1.332×109km kubik.
Rata-rata
tekanan atmosfer di permukaan Bumi adalah 101,325kPa, dengan ketingggian skala
sekitar 5 km. Atmosfer mengandung 78% Nitrogen dan 21% Oksigen, selebihnya adalah uap
air, karbon dioksida, dan molekul gas lainnya. Ketinggian troposfer beragam
menurut garis lintang, berkisar antara 8km wilayah kutub hingga 17km wilayah
khatulistiwa, beberapa variasi yang diakibatkan oleh faktor musim dan cuaca.
Lautan dan atmosfer bumi terbentuk akibat aktivitas vulkanis, pelepasan gas dan uap air. Lautan terbentuk karena proses kondensasi yang dipadukan dengan penambahan es dan air dibawa asteroid, protoplanet, dan komet. Menurut hipotesis saat ini, gas rumah kaca menjaga agar lautan tidak membeku saat matahari hanya memiliki tingkat luminositas sebesar 70%. 3,5 miliar tahun yang lalu, medan magnet bumi terbentuk (pelindung atmosfer dari serangan angin surya).
Kerak terbentuk saat lapisan luar bumi yang cair
berubah bentuk menjadi padat akibat pendinginan setelah uap air mulai terkumpul
di atmosfer. Hipotesis lainnya menjelaskan bahwa massa daratan telah stabil
seperti saat ini atau mengalami pertumbuhan yang cepat pada awal sejarah bumi
diikuti oleh penstabilan wilayah benua dalam jangka panjang. Benua terbentuk
akibat tektonik lempeng, proses yang secara berkelanjutan menyebabkan
berkurangnya panas pada interior bumi. Dalam skala waktu yang berlangsung
selama ratusan juta tahun, superbenua telah terbentuk dan terbelah sebanyak
tiga kali. Sekitar 750 juta tahun yang lalu, salah satu superbenua paling awal
yang diketahui, Rodinia, mulai terpisah. Benua yang terpisah kemudian membentuk
Pannotia (600-540 juta tahun yang lalu) dan Pangaea, yang juga terpecah pada
180 juta tahun yang lalu.
Periode zaman es dimulai sekitar 40 juta tahun yang
lalu, dan kemudian meluas pada masa Pleistosen sekitar 3 juta tahun yang lalu.
Wilayah yang terletak pada lintang tinggi telah mengalami siklus glasiasi dan
pencairan es berkali-kali, yang berulang setiap 40 – 100.000 tahun. Glasiasi
benua terakhir terjadi 10.000 tahun yang lalu.
Studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa
spesies-spesies berasal dari satu tempat, selanjutnya menyebar ke berbagai
daerah. Organisme tersebut kemudian mengalami diferensiasi menjadi subspesies
dan spesies baru yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.
Penghalang (barrier)
geografi seperti gunung yang tinggi, gurun pasir, sungai, dan lautan membatasi
penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies (isolasi geografi). Adanya isolasi
geografi juga menyebabkan perbedaan susunan flora dan fauna di berbagai daerah.
Menurut Alfred Russell Wallace, berdasarkan adanya
persamaan fauna di daerah-daerah tertentu di bumi, maka dapat dibedakan enam
daerah biogeografi dunia, yaitu Neartik: Amerika Utara (antelop, kalkun,
bison), Paleartik: Asia bagian utara himalaya, eropa, dan afrika, gurun sahara
bagian utara (panda, rusa kutub, beruang kutub), Neotrapik/Neotropikal: Amerika
selatan bagian tengah (alpaka, tringgiling, orang utan, siamang, kera, tapir),
Oriental: asia, himalaya bagian selatan (harimau, gajah, bekantan, monyet, babi
rusa), Ethiopia: Afrika (singa, citah, jerapah), Australia/australis: Australia
dan pulau sekitarnya (koala, oposum, burung emu, kasuari, kangguru).
d.
Teori Asal-usul Kehidupan di Bumi
1)
Abiogenesis
(Generatio Spontanea)
Seorang
filsuf Yunani kuno Aristotle mengemukakan konsep bahwa kehidupan berasal dari
benda mati. Berdasarkan penelitiannya tetnang hewan-hewan yang hidup di air,
ikan-ikan tertentu melakukan perkawinan, kemudian lahir dari telur hasil
perkawinan induknya. Namun ia juga memercayai bahwa ikan-ikan tertentu
terbentuk dari lumpur.
Needham,
ilmuwan Inggris yang sependapat. Ia melakukan penelitian dengan merebus kaldu dalam
wadah kemudian ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari, terdapat bakteri
pada kaldu tersebut. Hal tersebut yang membuktikan teori abiogenesis.
Dengan penemuan mikroskop oleh Leeuwenhoek,
merangsang banyak peneliti lain untuk membuktikan teori ini, dan menjadi awal
runtuhnya teori abiogenesis. Banyak yang memercayai teori ini pada akhir tahun
1600. Dikenal pula seorang doktor bernama Jan Baptist van Helmont membuat resep
untuk membuat tikus dengan melempar biji-bijian dan kain lusuh ke sudut
ruangan.
2)
Biogenesis
Dipahami oleh mereka yang tidak puas dengan teori
abiogenesis, yaitu :
a)
Francesco Redi
(Italia, 1626 – 1698) fisikawan, orang pertama yang melakukan penelitian untuk
membantah abiogenesis. Dengan eksperimen menggunakan daging, ia dapat
membuktikan bahwa makhluk hidup bukan ada melalui benda mati melainkan telur
yang sebelumnya telah ditinggalkan terlebih dahulu pada permukaan daging. Ia
membuktikan makhluk hidup pasti terbentuk dari makhluk hidup lainnya.
b)
Spallanzani
(biologiwan Itali) ia melakukan penelitian bermaksud membantah teori Needham
dengan memanaskan kaldu hingga organisme didalamnya terbunuh. Kesimpulannya
timbulnya suatu kehidupan hanya mngkin jika telah ada suatu bentuk kehidupan
sebelumnya. Mikroorganisme yang ada pada kaldu timbul karena adanya
mikroorganisme di udara yang telah lebih dulu ada, dengan kata lain udara
adalah sumber kontaminasi.
c)
Pasteur (1894)
seorang ahli biokimia asal Perancis melakukan percobaan untuk menyempurnakan
milik Spallanzani dengan labu leher angsa (bejana). Kesimpulan dari
percobaannya adalah kehidupan berasal dari kehidupan lainnya.
Dengan begitu, muncul pernyataan omne vivum ex ono, omne ovum ex vivo atau
omne vivum ex vivo yang berarti
kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya.
3)
Evolusi Kimia
Teori
yang beranggapan pada mulanya keadaan suhu bumi sangat tinggi. Namun pada suatu
saat, bumi mengalami pendinginan. Diantara proses pemanasan dan pendinginan
tersebut, banyak terbentuk bahan-bahan kimia. Bahan yang berat akan
masuk ke dalam permukaan bumi karena gravitasi. Sementara yang ringan akan
berada di atmosfer.
a)
Oparin (Rusia, 1894) orang pertama yang menganggap
evolusi zat-zat kimia telah terjadi sebelum kehidupan ada. Dia beranggapan asal
mula kehidupan terjadi bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi dan
atmosfernya.
b)
Harold Urey
(1893) didasari pemikiran bahwa bahan organik merupakan bahan dasar organisme
hidup. Pada mulanya dibentuk sebagai reaksi gas yang ada di alam dengan bantuan
energi.
c) Stanley Miller (1953) ia berhasil membuktikan
teori sebelumnya milik Urey dengan alat yang dibuat kira-kira sama dengan
kondisi pada waktu sebelum ada keidupan. Alat tersebut dimasukkan bermacam gas
seperti uap air, H, NH3, maupun CH4. Pada alat diberikan
aliran listrik sebesar 75,000 volt seakan seperti kilatan halilintar. Setelah
seminggu, ia menemukan adanya asam amino sebagai zat organik penunjang
kehidupan. Selain itu juga ditemukan HCN, Urea, dan asam hidroksi.
d) Melvin Calvin menunjukkan radiasi sinar dapat
megubah NH3, CH4, H, dan H2O menjadi
molekul-molekul gula dan asam amino, serta membentuk purin dan pirimidin yang
merupakan zat dasar pembentukan DNA, RNA, ATP, dan ADP.
Daftar Pustaka
Biologi Media Center. (2012). Asal
Usul Kehidupan Biogenesis dan Abiogenesis. Diperoleh pada 2019, 15 Maret,
dari http://biologimediacentre.com/asal-usul-kehidupan-biogenesis-versus-abiogenesis-1-2/
Wikipedia.
(2019, 16 Februari 07.13). Bumi.
Diperoleh pada 2019, 15 Maret, dari
https://id.wikipedia.org/wiki/Bumi
Masmedia.
2015. Geografi Sma ma kelas x.
masmedia
Masmedia.
2015. Biologi sma ma kelas x. Surakarta.
Masmedia buana pustaka
Pratiwi,
D.A., Sri Maryati, Srikini, Suharno, Bambang
S. 2012. Biologi SMA/MA Kelas
XII. Penerbit erlangga.
Academia. (2019). Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan. Diperoleh pada 2019, 15 Maret,
dari
https://www.academia.edu/11406176/BAGAIMANA_CARA_MEMPEROLEH_ILMU_PENGETAHUAN
Academia. Materi Ilmu Alamiah Dasar. Diperoleh pada 2019, 15 Maret, dari
https://www.academia.edu/4898905/Materi_I-ILMU_ALAMIAH_DASAR
Alam
Budaya Sosial. Ilmu Alamiah Dasar.
Diperoleh pada 2019, 15 Maret, dari
https://alambudsos.files.wordpress.com/2008/08/iad.pdf
Wasiwa.
(2015, 11 Juni). Makalah Perkembangan
Sifat dan Pikiran. Diperoleh pada 2019, 15 Maret, dari https://www.wasiwa.com/2015/06/makalah-perkembangan-sifat-dan-pikiran.html
Ulfamr. (2012, 14 Oktober). Definisi Mitos, Legenda, dan Cerita Rakyat. Diperoleh pada 2019, 15
Maret, dari
https://ulfamr.wordpress.com/2012/10/14/definisi-mitos-legenda-dan-cerita-rakyat/




Comments
Post a Comment